Postingan

Suatu Hari Bersama Spongebob

Gambar
Kalau kita ingin belajar filsafat dan ilmu sosial dengan mudah dan menyenangkan sebenarnya ada banyak sekali cara, salah satunya adalah dengan menonton Spongebob. Ya kartun yang tayang jam 8 sampai jam 10 pagi (atau anda bisa menontonnya lewat media lain seperti Youtube atau Instagram) itu memang benar-benar menarik. Dulu mungkin kita atau saya saja, hanya melihat kekonyolan-kekonyolan yang dibuat oleh Spongebob dan kawan-kawan, tidak lebih. Tetapi setelah diperhatikan lebih seksama ternyata cerita Spongebob lebih dari hanya sekedar Spongebob yang naif atau Patrick yang bodoh. Lebih dari itu kartun ini mencoba untuk memberikan gambaran kepada kita tentang apa yang terjadi di masyarakat tentu saja dengan gaya yang didramatisir dengan amat konyol. Misalnya saja episode “Yetti Krab.”  Dalam episode itu Tuan Krab mencoba untuk mengarang satu cerita tentang adanya mahluk buas yang tinggal di pegunungan bersalju yang sering disebut Yetti. Cerita ini sengaja dikarang oleh Krab un...

Surat untuk Midah si Manis Bergigi Emas.

Gambar
Tulisan ini aku tunjukan kepada "Midah" sahabat semua manusia dan juga kepada kamu yang sedang jatuh cinta. Jika kamu mengharapkan tulisan ini akan memuat analisis dalam novel tersebut dengan teori sosial dan sastra maka sebaiknya kamu tutup saja surat ini karena saya takut kamu akan patah hati huehue~ Midah si Manis Bergigi Emas begitu judul novel ini, menceritakan seorang anak manusia bernama Midah dan perjalanan cintanya. Jangan pikirkan cinta yang dimaksud adalah cerita cinta yang bersemi di putih abu abu, Pram tidak se-pop itu. Cinta yang dimaksud disini adalah cinta yang menyenangkan sekaligus sangat tragis, seperti halnya pisau bermata dua. Midah ditindas oleh orang yang tidak menghargai cinta. Orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri.. Nasip. Dia yang hidup dengan cinta, tapi juga dia yang disika olehnya. Midah si keras kepala dan berketetapan hati, memilih musik kroncong dari pada hidup hangat dipelukan kemapanan. Bagi kita itu sangat tidak masu...

Surat Penggemar

Surat  dari Penggemar Kalau aku ditanya siapakah seniman paling romantis, maka aku akan menjawab Engkau Tuhan. Bukan aku sedang menghinaMu karena menyandingkanMu dengan seniman yang kadang jarang mandi dan tidak peduli penampilan, bukan ! tapi aku tidak habis pikir bagaimana diri Mu berpuisi dengan alam semestanya hanya untuk membuat kami mengenyitkan dahi dan berkata dalam hati “Jancuk, bener juga yak !” jika melihat hari ini dengan menggunakan perhitungan bulan merupakan hari yang sangat istimewa. Bagaimana tidak, Tuhan di surga pasti sedang hidmat-hidmatnya membacakan puisi kesemestaan, puisi tentang peringatan, puisi yang mengajak kekasihnya untuk tetap menjadi manusia agar selalu dekat dengannya. Hari ini. Iya hari ini 10 dzulhijjah. Tuhan berpuisi melalui kisah Ibrahim dan Ismail. Engkau karuniakan akal kepada kami tentu bukan ingin membuat kami menjadi jumawa dan akhirnya merusak alam, bukan ! tapi sepertinya Engkau ingin agar kami mengerti puisi yang sedang E...

Manusia dan Manusia

Manusia dan Manusia. Melihat apa yang terjadi pada dinding-dinding media sosial di Indonesia belakangan ini membuat saya menjadi berfikir. Mengapa kita senang sekali bertengkar akibat perbedaan ? Sepertinya berbeda menjadi sesuatu yang salah dan tidak dibenarkan oleh kemanusiaan. Misalnya saja perbedaan dalam pilihan politik. Di Indonesia saat ini sedang memasuki bulan-bulan politik, tensi tinggi yang ada di dinding media sosial menjalar sampai bilik rumah tangga bahkan ada kisah yang sampai ketelinga bahwa ada suami istri yang pisah ranjang karena perbedaan politik dikontestasi yang lalu. Aih~ menyeramkan sekali.  Dalam tulisan ini saya tidak ingin membicarakan tentang politik tetapi lebih ingin menjawab apakah benar kita sebagai manusia memang tidak suka yang berbeda-beda ? Apakah dalam alam bawah sadar kita keteraturan dan kesamaan merupakan sesuatu yang paripurna sehingga hal tersebut wajib kita usahakan ? Untuk menjawab pertanyaan saya ingin merujuk kepada salah...

Sebuah Permulaan

Sebuah Permulaan  Selamat datang para pembaca. Saya tidak begitu yakin kalian akan menemukan apa yang kalian cari disini karena ini barulah permulaan, permulaan dari sebuah kebiasaan yang akan saya mulai yaitu menulis. Sampai saat ini saya belum begitu yakin akan dikonsentrasikan kemana blog ini jadi mohon bersabar. rencana yang terlintas saat ini adalah menjadikannya catatan harian yang tidak begitu penting dan mungkin tidak begitu menarik untuk orang lain baca. Ya biarkan saja toh tujuan pembuatan ini adalah menumbuhkan kebiasaan.  Ada alasan keren lain yang terlintas dipikiran, yaitu menjaga agar diri ini terus abadi. Bukan maksud ingin melawan kehendak Tuhan bahwa mati adalah hak segala mahkluk, bukan ! Dari pada dituduh melawan kodratnya saya lebih suka dilihat sedang menjalankan perintahnya yang esensial yaitu BERUSAHA. Ya berusaha, berusaha untuk abadi bukan hal baru kan, ini sudah dikenal sejak manusia sadar betapa lemahnya mereka kan ? lihat saja film-f...